Legacy datacenter atau disebut juga hardware-defined datacenter, adalah sebuah datacenter konvensional dimana komponen proses hingga interkoneksinya berada dalam perangkat keras (chassis) masing-masing.

Dikarenakan setiap komponen berada dalam perangkat keras masing-masing, maka pengembangan terkait dapat dilakukan tertuju hanya perangkat dimaksud saja, dan tidak mempengaruhi keberadaan &/ fungsional perangkat lain.

Dilain sisi, fungsi management perangkat tersedia untuk masing-masing perangkat yang belum terintegrasi dengan perangkat lainnya.

Software Defined Datacenter (SDDC), adalah sebuah evolusi datacenter konvensional dimana komponen control-plane dan management-plane tidak lagi berada pada masing-masing perangkat keras, melainkan disatukan dalam sebuah computing controller memanfaatkan (dan mengoptimalkan) virtualized-environment.

Sentralisasi control-plane dan management-plane ini memungkinkan untuk diterapkannya otomasi konfigurasi dan operasional tanpa adanya sentuhan manusia. Disisi investasi lebih optimal, karena tidak lagi prioritas kepada pengadaan perangkat fisik dan service warranty tahunan.

Perangkat computing-controller sebaliknya, dibutuhkan spesifikasi yang mutahir dengan penerapan fitur-fitur warranty seperti: backup, high-availability, resources load-balancing, dll.

Plane dalam konteks jaringan data, adalah suatu konsep dari gabungan 3 (tiga) buah komponen arsitektur komunikasi data, yaitu; data, control, dan management. Pada gambar diatas, ketiga komponen ini merupakan bagian dari masing-masing komponen SDDC (compute, network, dan storage), itu berarti masing-masing komponen SDDC memiliki data network communication capabilities.

Data plane, komponen yang bertanggung jawab untuk perpindahan data dari satu end-point ke end-point lainnya. Proses perpindahan ini, jika diterjemahkan dalam operasional OSI layer, maka komponen ini bekerja pada layer-1 dan layer-2, karena perpindahan antar end-point berarti berurusan dengan physical interfaces, bits, packet/frame tagging, switching, iSCSI, FCoE, dan lain-lain.

Control plane, komponen selanjutnya yang mengatur bagaimana paket data akan diteruskan oleh data-plane. Pada komponen ini, terdapat (dan diterapkan) fungsi-fungsi routing, access-policies, packet filtering, SAN, NAS, DAS, dan sebagainya, mengambil fungsi layer-3, 4, dan 5 pada OSI layer, yang sedianya juga adalah fungsi utama perangkat dimaksud.

Management plane, komponen intermuka perangkat dengan brain-ware yang memungkinkan pengaturan perangkat sesuai dengan kapasitas fungsionalnya, juga fungsi-fungsi pengawasan dan pemeriksaan/evaluasi. Aplikasi-aplikasi pada layer-7 adalah model-model intermuka yang digunakan, seperti; CLI, SNMP, Telnet, SSH, HTTP, dlsb.

Hyper-converged Infrastructure (HCI), adalah sebuah konsep SDDC proprietary VMWare dimana didalamnya terdapat komponen-komponen; computing, data networking, dan storage yang keseluruhannya diatur dalam satu management vCenter yang sama.

Compute sebagai komponen utama, mengatur pembagian resources fisik untuk dapat menjalankan proses-proses yang dibutuhkan oleh para virtual server yang ada didalamnya. Selanjutnya, para virtual server tersebut untuk memunkinkan operasionalnya membutuhkan pengaturan yang dilakukan oleh komponen Network sebagai penghubung komunikasi data antar virtual server dan jaringan data dunia nyata.

Komponen Storage merupakan media penyimpanan sentral HCI (repository) yang padanya banyak metode read & write yang dapat diterapkan, salah satunya dengan metode vSAN yang adalah proprietary VMware.

Sebuah komponen yang tidak terpisah dari Hyper-Converged Infrastructure (HCI) dan sebagai salah satu bentuk implementasi Software Defined Storage (SDS). Menggabungkan secara logic media-media penyimpanan fisik pada tiap-tiap resource server menjadi satu clustered datastore

vSAN memungkinkan untuk tersedianya storage media yang berkapasitas sangat besar, cocok untuk implementasi di organisasi yang volume-concerned repository. Dilain sisi, media-media yang sudah tergabung dalam clustered datastore yang sudah dibuat, membutuhkan acknowledgement bahwa dirinya masih tergabung dalam clustered datastore tersebut, dan masih managed by vCenter yang sama dan konsisten. Oleh karenanya, read & write frequency, IOPS, rates, dan bandwidth juga akan menjadi konsisten, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi life-time perangkat, dalam kondisi operasional extrem dan konsisten.

Suatu konsep pengelompokan ruang akses dalam sistem jaringan data, dimana didalam satu ruang akses dimungkinkan terjadi pertukaran informasi baik secara point-to-point maupun secara broadcast.

Analogi pada gambar diatas adalah: pada gambar pertama (kiri) terdapat satu bidang yang mewakili satu ruang akses (ruang-1 warna krem), jika pada bidang tersebut ditempatkan beberapa end-point, maka tiap-tiap end-point akan dapat saling berkomunikasi. Pada gambar berikutnya (kanan) dilakukan pembatasan ruang akses “sebesar” ruang-2 (kuning), ruang-3 (merah), ruang-4 (biru), dan ruang-5 (hijau), ruang-1 kini terbagi-bagi menjadi 4 ruang yang lebih kecil. Jika pada masing-masing ruang ditempatkan sebuah end-point, maka end-point tidak dapat saling berkomunikasi.

Tujuan dibentuknya VLAN adalah untuk membatasi ruang pertukaran informasi didalam suatu sistem jaringan data.